HOME » Others » News & Tips » MSG, Amankah ???

MSG, Amankah ???

Sat, 27 Sep 2014, 09:58

MSG, Amankah ???

Monosodium glutamat, juga dikenal sebagai sodium glutamat atau MSG, merupakan garam natrium tersusun dari 78% glutamat, 12% natrium dan 10% air yang merupakan salah satu asam amino non-esensial paling berlimpah yang terbentuk secara alami. MSG sudah lama dituduh sebagai biang penyakit, fakta-fakta ilmiah menunjukan hal tersebut. Namun fakta lainnya justru mengungkap “si lezat nan nikmat” ini ternyata nutrisi yang diperlukan tubuh manusia. Dari berbagai senyawa pembangkit citarasa yang beredar bebas di pasaran seperti misalnya MSG, 5 nukleotida, maltol (soft drink), dioctyl sodium sulfosuccinate (untuk susu kaleng) dan lain sebagainya.

Sodium sebagai salah satu pembentuk MSG berguna sebagai pengaturan asam basa dalam tubuh bersama dengan potasium, mendukung kerja kontraksi otot, pengendalian air dan tekanan darah, sistem saraf, serta penyerapan gula. Tapi perlu diingat, penggunaan garam atau sodium tidak boleh berlebihan karena berisiko memicu hipertensi. Batasan aman yang pernah dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization), asupan MSG per hari sebaiknya sekitar 0-120 mg/kg berat badan. MSG dalam jumlah wajar juga punya potensi manfaat.

Sodium adalah salah satu mineral zat gizi. Sedangkan glutamate adalah salah satu asam amino komponen protein. Jadi, pada dasarnya sodium dan glutamate termasuk zat gizi. Berdasarkan penelitian dari College of Medical, Kanazawa University pada 2009 glutamate adalah salah satu dari asam amino yang paling sering digunakan untuk mengorkestrasi atau memadukan jaringan antar sel di otak. Otak dan otot adalah organ yang paling membutuhkan glutamate. Dalam penelitian Brian S. Meldrum dari Inggris yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition pada 2000 disebutkan bahwa glutamate banyak ditemukan dalam otak manusia dan makanan. Glutamate merangsang pengeluaran atau ekskresi cairan ludah serta lambung sehingga pencernaan makanan lebih cepat dan sempurna.

Di Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tahun 1988 menyebutkan MSG adalah bahan tambahan pangan penguat rasa yang diizinkan dengan batas maksimum penggunaan “secukupnya” (sewajarnya atau dibawah 2 gr) sesuai dengan tujuan penggunaannya. Seorang mantan pejabat POM bahkan memprotes kalangan dokter yang acap mengatakan bahwa MSG berbahaya. menurutnya adalah omong kosong kalau ada orang sakit karena makan MSG, sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan bahaya yang dimaksud. Pernah bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada melakukan penelitian serius tentang efek MSG. Penelitian ini dibantu oleh Departemen of Mathematical Sciences, Faculty of Business and Technology, University of Western Sydney, Australia. Hasilnya? ternyata tak ditemukan gejala gangguan kesehatan pada orang-orang sehat yang makanannya ditambah MSG sampai tiga gram pada setiap porsinya. Tekanan darah, kecepatan denyut nadi, dan pernapasan pada kelompok sampel orang-orang yang diberi MSG antara 1,5 sampai 3 gram juga tak berbeda nyata dengan mereka yang diberi makanan tanpa MSG. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan bahwa MSG aman bagi kesehatan.

 

Contact Us

  • Jl. Raya Cirebon-Tegal KM 14 No. 28
    Cirebon, Jawa Barat
  • (0811) 2408881-3