HOME » Others » News & Tips » Sejarah dan Jenis-jenis Mie

Sejarah dan Jenis-jenis Mie

Mon, 05 Jan 2015, 10:05

Mie (English: noodles) adalah makanan yang berbentuk adonan tipis panjang yang digulung, dikeringkan, lalu dimasak dalam air mendidih. Istilah ini merujuk pada mie kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan kembali dalam air. Saat ini di Indonesia, mie merupakan salah satu alternative makanan pokok selain beras. Selain karena cukup mengenyangkan, mie juga mudah diolah dan dimasak sesuai selera. Tidak hanya di Indonesia, mie merupakan salah satu makanan popular di kawasan Asia, Arab, bahkan Italia.

Banyak sumber yang menyebutkan bahwa asal mula mie dibuat masih simpang siur dan menjadi perdebatan. Beberapa pendapat mengatakan bahwa mie pertama kali dibuat di daratan Mediterania, beberapa lagi mengungkapkan teknologi pembuatan mie dikembangkan di Timur Tengah. Lain lagi menyatakan bahwa mie pertama kalo dibuat pada jaman Dinasti Han di Cina tahun 25-200 M yang didukung oleh penemuan pada tahun 2005, ditemukan mie tertua yang berumur 4000 tahun di Cina. Bahkan, bangsa Italia pun mengklaim bahwa mie berasal dari pasta sehingga menyatakan bahwa Italia sebagai pembuat mie pertama di dunia. Namun sejarahwan percaya bahwa ketika Marco Polo berkunjung ke Cina pada abad ke-13, dia menyukai mie dan membawanya ke Italia dan memengaruhi masakan di negaranya. Tapi pada kenyataannya, mie tidak menjadi makanan pokok di Italia sampai abad ke-17 dan 18.

Berdasarkan cara pengolahannya mie dapat di kelompokkan menjadi 4 macam, yaitu mie mentah/mie segar, mie basah, mie kering, dan mie instan.

1.      Mie Mentah/Mie Segar

Mie mentah merupakan mie yang tidak mengalami proses tambahan setelah pemotongan dengan kadar air 35%. Mie segar umunya dibuat dari tepung terigu jenis keras untuk memudahkan penanganannya. Mie jenis ini biasanya digunakan untuk bahan baku dalam pembuatan mie ayam.

2. Mie Basah

Mie basah adalah mie yang mengalami perebusan air mendidih/pengukusan setelah tahap pemotongan dan sebelum dipasarkan. Kadar airnya dapat mencapai 52% sehingga daya simpannya relatif singkat (40 jam pada suhu kamar). Di Indonesia, mie basah lebih dikenal dengan istilah mie kuning atau mie bakso.

3.      Mie Kering

Mie kering adalah mie mentah/mie basah yang dikeringkan dengan kadar air antara 8-10%. Pengeringan umumnya dilakukan dengan penjemuran di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan oven. Karena sifat kering inilah maka mie mempunyai daya simpan yang relatif panjang dan dalam penanganannya cukup mudah. Mie kering juga ditambahkan dengan telor segar atau tepung telor, sehingga di pasaran mie ini juga dikenal dengan istilah mie telor.

4.      Mie Instan

Mie Instan adalah mie yang telah mengalami proses gelatinisasi, sehingga untuk menghidangkannya cukup dengan di rebus dengan air mendidih. Mie instan biasanya mengacu pada produk-produk yang dikukus dan digoreng dalam minyak (steamed & deep fried). Ini dibuat dengan penambahan beberapa proses setelah menjadi mie segar. Tahap-tahap tersebut yaitu pengukusan, pembentukan dan pengeringan. Kadar air mie instan umumnya mencapai 5-8% sehingga memiliki daya simpan yang relatif lama. Sayangnya, belakangan mie instan dikenal kurang sehat karena dalam pembuatannya melalui proses penggorengan yang meningkatkan kadar lemak dalam mie itu sendiri.

 

(dari berbagai sumber)

Contact Us

  • Jl. Raya Cirebon-Tegal KM 14 No. 28
    Cirebon, Jawa Barat
  • (0811) 2408881-3