HOME »

Biskuit dan Perkembangannya

Thu, 01 Jan 1970, 07:00

Biskuit dalah produk jajanan renyah yang dibuat dengan cara dipanggang. Produk ini banyak disukai segala kalangan usia. Biscuit dibuat pertama kali oleh orang Romawi. Orang Romawi membuat biscuit dengan cara merebus tepung gandum sampai mengental. Lalu adonan gandum ditaruh diatas piring dan dilebarkan. Sesudah menjadi kering dan keras, lalu dipotong-potong. Itulah awal pembuatan biscuit.

Berabad-abad kemudian, orang membuat kue kering seperti orang Romawi, tapi dikeringkannya dengan cara dipanggang. Supaya kue itu benar-benar kering, adonan kue dipanggang dua kali.Asal kata biscuit berasal dari Bahasa Latin, yaitu bis coctus  yang berarti “dimasak dua kali”.

Pada abad ke -18 at biscuit yang dipanggang 4 kali. Hasilnya menjadi sangat keras tapi lebih tahan lama. Biscuit ini tidak bisa digigit. Untuk memakannya harus dicelupkan terlebih dahulu ke dalam cairan seperti susu, sirup, atau teh. Berkat kemajuan teknologi pangan, sekarang biscuit cukup dipanggang sekali saja, lebih renyah tetapi tetap awet.

Beberapa negara terdapat definisi yang berbeda tentang biscuit. Di Amerika, biscuit tidaklah keras,tetapi tebal dan seperti gulungan kecil yang serupa dengan muffin. Sedangkan di Inggris, biscuit sama dengan cookies atau cracker di Amerika.

Kalau dijelaskan dari awal sebenarnya biskuit, krekers, roti, cookies dan cake termasuk ke kelompok produk bakeri. Produk bakeri pun dibagi menjadi dua kelompok yaitu 1) produk roti ( contohnya: produk roti-rotian) 2) produk kering (contohnya: biskuit, krekers, cookies) dan untuk cake sebenarnya termasuk ke kelompok produk kering tetapi kadar airnya lebih tinggi dari produk kering.

Secara fisik, biscuit dan crackers sudah terlihat perbedaannya. Produk biscuit lebih rata permukaannya, sedangkan crackers tidak rata dan ada beberapa sisi yang mengembang. Tekstur crackers juga lebih renyah. Selain itu, pembuatan adonannya pun berbeda. Pada pembuatan adonan biskuit terdapat dua tahap yaitu tahap 1) pencampuran bahan non terigu 2) pencampuran terigu. Mengapa penambahan terigu diakhir?Karena tujuannya agar tidak memberikan kesempatan protein pada terigu unuk mengembang, sehingga hasilnya adonan pendek yang tidak terermentasi. Sedangkan pada adonan krakers tahapannya adalah 1) pencampuran terigu, ragi, sedikit gula dan air 2) sisa tepung, lemak, garam dan bahan tambahan lain. Mengapa diawal terigu ditambahkan ragi, air dan gula? Karena memberi kesempatan pada protein terigu (gluten) untuk mengembang dan penambahan lemak di akhir untuk menghambat pengembangan adonan. Jadi adonan tersebut disebut adonan fermentasi.

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Biskuit

http://bobo.grid.id/Info-Bobo/Serba-Serbi/Kisah-Biskuit-Dari-Dulu-Hingga-Sekarang

ARTIKEL TERKAIT


Contact Us

  • Jl. Raya Cirebon-Tegal KM 14 No. 28
    Cirebon, Jawa Barat
  • (0811) 2408881-3